Wednesday, 14 September 2016

segelas es teh tawar sambil menunggu hujan reda

Semacam kegamangan menghinggapi otak ini ketika mulai kelihatan yg sebenarnya. Duduk disudut sambil menikmati teguk demi teguh es teh tawar pelepas dahaga setelah seharian berkutat dengan gambar, sosial media, dering telepon, dinginnya ac di ruangan tadi membawa pada pemikiran ini menerawang jauh. Jauh kesudut rinai hujan itu. Malam ini adalah malam-malam biasa selapas kerja menuju pulang. Segelas es teh ini tidak seperti biasanya aku nikmati menjelang pulang kerja. Entah... Hati ini makin gundah saja rasanya tapi semua harus dijalani, harus diteruskan tanpa harus berhenti ditengah jalan. Tantangan didepan sangat menggunung karena harus menyiapkan brand baru. maklum kerjaku adalah seorang tukang setting yg istilah kerennya desainer grafis. Musik keras masih mengalun ditelinga lewat pemutar musik produksi Steve Jobs yang trend itu. seorang rocker kecintaan mengalunkan nada-nada pop rock dengan indahnya. Gigitan nyamuk menambah nikmat saja hujan ini. malam makin beranjak makin larut dan badan udah mengajak pulang. serombongan anak muda masuk ke resto dan pesen makan yang mungkin ini last order. menunggu hujan tak kunjung berhenti. hmmm dan es tehnya pun sudah habis mungkin saatnya berajak jalan pulang atau menunggu lagi di luar sambi menikmati hujan dengan pikiran dan hati yang sedang kacau.

BSD City 14 Sep 2016

Friday, 30 October 2015

MASUK SURGA ITU NGGAK PENTING..!" [Think Different Ala Cak Nun]

INGAT : Tulisan ini khusus untuk para GENTHO (begundal), mereka yang sedang berproses mencari kebenaran Tuhan.
Yang mengaku Alim atau ahli ibadah atau Ustad minggir dulu, nanti dulu, jangan Komen.
Jangan berharap ada dalil-dalil dari Syekh Zulkifli Jabal Syueb Sanusi (embuh sopo kui? - Gak tau siapa Itu ?). Monggo.

BEBERAPA tahun belakangan marak 'SEDEKAH AJAIB' yang sering digiatkan oleh itu, Si Ustad 'nganu'. Cak Nun hanya mengingatkan, "SEDEKAH itu dalam rangka BERSYUKUR, berbagi rejeki & kebahagiaan, BUKAN dalam rangka MENCARI REJEKI. Ingat itu!
Kalau Anda mengharapkan kembalian berlipat-lipat dari sedekah, itu bukan sedekah, tapi dagang! Paham?"

Beliau tidak mengecam juga, lha wong taraf imannya masih segitu kok.
Kalau menyedekahkan uang, sepeda motor, mobil, rumah, helikopter atau apa pun, ya wis, kasihkan saja, titik! Setelah itu Jangan Berharap Apa-apa. Walau kita yakin akan dibalas dengan berlipat ganda, tapi ketidaktepatan dalam niat menjadikan sedekah bukan lagi sedekah, melainkan sekedar jual beli. Sedekahnya sudah bagus, tapi janji Tuhan jangan pernah dijanjikan oleh manusia, nggak boleh!

Banyak orang beribadah yang masih salah niat gara-gara manut omongan si motivator sedekah. Naik haji/umroh biar dagangannya lebih laris. Sholat Duha biar diterima jadi PNS, biar duit banyak, biar jadi milyarder biar dihormati orang. Ibadah itu dalam rangka bersyukur, titik! Menangislah pada Tuhan tapi bukan berarti jadi cengeng. Nabi dalam sholatnya menangis, tapi sebenarnya itu adalah menangisi. Beda antara menangis dan menangisi. Kalau menangis itu kecenderungan untuk dirinya sendiri, tapi kalau menangisi itu untuk selain dirinya : orangtua, anak, istri, kakek, nenek, saudara, sahabat dan seterusnya.

Ada seorang pedagang miskin yang dagangannya nggak laku, dia sabar dan ikhlas : "kalau memang saya pantasnya miskin, dagangan saya nggak laku, saya ikhlas, manut ae, yang penting Tuhan ridho sama saya." Malah keikhlasan seperti ini yang langsung dijawab oleh Tuhan dengan rejeki berlimpah yang tak disangka-sangka datangnya.

Tapi kalau kita yang ditimpa sial, dagangan nggak laku, biasanya langsung mewek : "Ya Tuhan kenapa saya kok mlarat, miskin, dagangan gak laku, gak bisa beli montor, gak bisa beli mobil, aku salah apa sih..!???" Waaahh..., malaikat langsung gregeten, nampar mukamu : "Oalaaaaah.., cengeng byanget kamu ya...!!!"

Iman seseorang memang tidak bisa distandarisasi. Tiap orang mempunyai kapasitas iman yang berbeda.
Makanya kalau jadi imam harus paham makmumnya. Makmumnya koboi tapi bacaan imamnya panjang-panjang disamakan dengan anak pesantren. Akhire makmumnya di belakang nggerundel, gak ihklas.

Cak Nun mengingatkan, usahakan berbuat baik jangan sampai orang tahu. Kalau bisa jangan sampai orang tahu kalau kita sholat. Lebih ekstrim lagi, jangan sampai Tuhan tahu kalau kita sholat (walau itu nggak mungkin). Pokoknya lakukan saja apa yang diperintahkan dan jauhi yang dilarang-Nya, titik! Itu adalah sebuah bentuk keikhlasan, tanpa pamrih yang luar biasa. Sudah suwung, sudah nggak perduli dengan iming-iming imbalan pahala, yang penting Tuhan ridho, nggak marah pd kita.

Motong rambut atau kuku nggak harus nunggu hari Jum'at. Lha wong paling pingin ML aja kok ya harus nunggu malam Jum'at, Ni gimana sih? Itulah kita, tarafnya masih kemaruk (serakah) pahala. Nggak ada pahala, nggak ibadah. Ini jangan diartikan meremehkan Sunnah Rosul. Pikir sendiri!

"Surga itu nggak penting..!" kata Cak Nun suatu kali. Tuhan memberi bias yang bernama surga dan neraka. Tapi kebanyakan manusia hanya kepincut pada surga. Akhirnya mereka beribadah tidak fokus kepada Tuhan. Kebanyakan kita beribadah karena ingin surga dan takut pada neraka. Kelak kalau kita berada di surga, bakalan dicueki oleh Tuhan. Karena dulu sewaktu di dunia cuma mencari surga, nggak pernah mencari Tuhan. Kalau kita mencari surga belum tentu mendapatkan Tuhan. Tapi kalau kita mencari Tuhan otomatis mendapatkan surga. Kalau nggak dikasih surga, terus kita kost dimana???

"Cukup sudah, jangan nambah file di kepalamu tentang surga dan neraka. Fokuskan dirimu hanya pada Tuhan. Karena sebenarnya orang yang berada di surga adalah orang yang mencari Tuhan. Dzat yang sangat layak dicintai di atas segala makhluk dan alam semesta..." kata Cak Nun

Sunday, 18 October 2015

Kisah yang rumit

Cameroon Hooker, seorang sosiopath (orang yang mempunyai masalah sosial), menculik Colleen Stan, seorang gadis berusia 20 tahun, dan menyembunyikannya dalam sebuah kotak menyerupai peti mati di bawah tempat tidurnya selama 7 tahun. Setelah ia berhasil melarikan diri, ia tidak melaporkan Hooker kepada pihak berwajib. Pria itu ditangkap setelah istrinya mengakui perbuatan suaminya kepada seorang pastor, yang kemudian menasehatinya agar melapor kepada polisi.

Selama persidangan terhadap Hooker, Colleen tidak bersikap kooperatif. Bahkan keadaan menjadi lebih buruk ketika pengacara si terdakwa menunjukkan sebuah surat cinta yang ditulis Coleen kepada Hooker.

Kenyataan-kenyataan yang ada sangat jelas. Coleen telah diculik, hidupnya terancam dan ia dikurung dalam sebuah kotak selama tujuh tahun.

Lalu mengapa ia tidak bersikap kooperatif dengan para penuntut umum? Surat cinta itu soal apa lagi? Para Juri tidak dapat menghukum Hooker karena Coleen nampaknya tidak menderita oleh karena apa yang telah dialaminya. Teka-teki yang rumit ini kemudian dipecahkan oleh seorang psikolog yang menjelaskan bahwa dalam masa yang sulit, seringkali orang yang ditawan kemudian merasa cinta dan tumbuh kesetiaan kepada orang yang telah menangkapnya. Ini disebut sebagai Sindrom Stockholm.

Coleen Stan disekap selama beberapa tahun dalam kotak ini, yang disembunyikan di bawah tempat tidur Hooker

Ini disebut mekanisme menyesuaikan diri. Hooker kemudian dihukum seumur hidup dan tidak mendapat kesempatan untuk bebas bersyarat.

Hanya dengan bantuan pemahaman baru ini, mengenai psikologi manusia, kita dapat mengerti ekspresi aneh cinta MAWAR terhadap orang yang telah membunuh sanak keluarganya yang dikasihinya.

Selamat leyeh2

Thursday, 15 October 2015

sebuah makna

"Cantik bkn berarti baik. Kaya bkn berarti bahagia. Krn kecantikan & kekayaan bkn jaminan kesempurnaan yang sederhana tapi kaya makna itu lebih dahsyat"

Tuesday, 13 October 2015

BIJAKSANA…

Ada kekeliruan besar mengenai kebijaksanaan orang tua, kata Ernest Hemingway. Mereka tidak bertambah bijaksana, melainkan bertambah hati-hati.
Apa iya begitu? Taruhlah begitu. Tapi, ucapan peraih nobel sastra 1954 itu belum jaminan betul.
Bisa jadi, pak Ernest kali ini meleset. Kenapa? Bacalah “De Senecture”, buku klasik yang sering dilupakan orang, berlumuran debu selama 2000 tahun. Di situ banyak disajikan contoh tentang orang lanjut usia yang betul-betul bijak-bestari. Dan ini bukanlah suatu yang ajaib. Malahan, ada kudengar kisah seorang kakek tua yang bukan saja bijaksana, melainkan biangnya bijaksana.
Bagaimana gerangan ceritanya?

Di waktu lampau, tersebutlah seorang tua bangka yang tinggal bersama anak laki-lakinya di pinggir gunung. Suatu hari, si orang tua itu kehilangan kudanya. Para tetangga berdatangan menyampaikan rasa sedih atas malang yang menimpa si kakek. Anehnya, si kakek cuma tersenyum dan berkata, “Darimana kalian tahu bahwa ini berarti kemalangan?”
Beberapa hari kemudian kuda yang hilang itu balik kembali, diikuti oleh sejumlah kuda-kuda liar. Para tetangga berdatangan lagi, menyampaikan ikut bersuka-cita karena si kakek beroleh rezeki, kedatangan kuda-kuda liar yang banyak itu. Si kakek tersenyum lagi dan berkata, “Darimana kalian tahu bahwa hal itu berarti keberuntungan?”
Berhubung kuda-kuda begitu banyak, terbitlah keinginan si anak laki-laki untuk naik salah satu daripadanya. Suatu hari, jatuhlah dia dari atas kuda, kakinya patah. Lagi-lagi para tetangga berdatangan, menyampaikan rasa sedihnya. Dan lagi-lagi si kakek tua tersenyum sambil berkata, “Darimana kalian tahu bahwa peristiwa ini berarti kemalangan?”
Tahun berikutnya pecah perang. Si anak laki-laki tidak ikut perang berhubung kakinya patah. Pemuda-pemuda lain ikut, dan mereka semua tewas di medan pertempuran.
Nah, persis di sinilah apa yang kumaksud. Betapa banyak orang-orang condong menghitung-hitung kesialannya, menganggap seolah-olah dialah yang paling celaka dari semua manusia yang ada. Buat orang-orang semacam ini, patutlah merenungkan apa yang dituturkan si kakek tua tadi. Setidaknya, menarik manfaat dari kebijaksanaannya

Met pagi gaes...

Monday, 12 October 2015

ORANG BUTA MEMBAWA LAMPU PENERANGAN

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari. Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu. Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.
Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya,
"Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Orang buta itu menjawab, "Sebagai penerangan".
Dengan heran pria itu bertanya lagi, "Tetapi bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?" Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak bisa melihat, orang lain melihat saya. Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya".

Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.
Kita diingatkan untuk tidak jemu2 berbuat baik.
Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang membawa damai, berkelimpahan &  hidup bahagia.
#selamatpetanggaes

Friday, 9 October 2015

Jodoh

Jodoh itu tak hanya milik segelintir orang, 
Tak juga hanya untuk saya, 
Tak juga hanya untuk anda, 
Apalagi hanya untuk mereka, 
Jodoh itu adalah milik kita semua, 
Kita sama-sama punya hak untuk mendapatkannya. 

Jodoh itu telah tertuliskan, 
Jodoh itu telah ditentukan, 
Jodoh itu telah ditaqdirkan, 
Jodoh itu telah ditetapkan, 
Walaupun hal itu tetap menjadi rahasia-Nya, 

Terkadang kita begitu risau, 
Ketika kita belum mendapatkan, 
Ketika kita merasa sudah waktunya, 
Ketika sebagian teman sudah mendapatkan, 
Ketika orang tua mulai bertanya setiap harinya, 

Kita tak hanya sekedar mencari jodoh yang baik, 
Kita tak hanya sekedar mengejar jodoh yang baik, 

Ada yang lebih penting dari kesemuanya itu, 
Gapailah jodoh dengan niat yang baik, 
Gapailah jodoh dengan cara-cara yang baik, 
Dengan menjadikan diri sebagai orang yang baik, 
Dengan tak melupakan dengan doa sambil lalu menunggu keputusannya. 

Ingatlah, 
Menikah dengan waktu yang sedikit tertunda akan jauh lebih baik daripada menikah dengan terburu-buru tapi mendapatkan pasangan yang kurang baik. 

by duniapustaka.com