Friday, 3 July 2015

catatan mas daniel : tentang seorang bapak

Kira kira persis saat buka puasa sore tadi, saya menjumpai seorang bapak2 yg terjatuh dari motornya krn kedorong seb mobil yg berjalan lambat--persisnya di pertigaan jl Mas mansyur-Thamrin City. Reflek saya bantuin angkat motor bapak tsb yg mana bapak tsb tidak bergeming krn tertindih motornya,  dan saya bawa bapak tsb menepi di pembatas jalan.

Bapak tersebut kira kira usia 60 an tampak meringis kesakitan karena kakinya terkilir. Saya berusaha mijit sebisa saya krn memang hanya saya seorang diri meskipun banyak mobil yg terhenti karena macet arah ke thamrin city, utamanya pas waktu buka puasa otomatis jalanan sepi orang yg biasanya  lalu lalang.

Lalu sy menawarkan diri mengantar pulang, tp bapak tsb nekat  mau pulang sendiri, saya tidak tega, lalu saya antar sampai lepas terowongan casablanka yg sdh dekat rumahnya. Setelahnya saya buru2 pamit krn sy masih ada urusan yg lain.

Kini, setelah dirumah, saya baru sadar akan wajah tak berdosa pengendara mobil tsb. Tergambar jelas wajahnya tak bergeming sedikitpun dan pergi berlalu begitu saja.

Mendadak saya kesel sendiri, knp saya membantu orang hy setengah2? Knp jg respon saya begitu lambat untk sekaligus bertindak meminta pertanggung-jawaban yg seharusnya dari pengendara mobil yg tak punya sedikitpun welas asih tsb? Hey, ini bukan tentang uang atau tentang ganti rugi, tapi tentang keberadaan  hatimu!

Aku menyesali diri, knp membantu orang tidak maksimal. Istri sy menenangkan saya bahwa yg sy lakukan sdh cukup, katanya. Benar juga, persis kritikan mantan boss saya, Ir Budi Santoso, yg selalu mengatakan bahwa saya mudah larut dalam simpati/empati. Ughhh...

Kisah sore ini bukan tentang saya, tapi tentang rasa kemanusiaan yg pudar. Tentang perasaan yg sdh mati. Tentang hati yg sdh membatu.
Saya hanya membayangkan jika korban adalah bapak saya, lalu saya juga membayangkan pengendara mobil tsb adalah sebuah batu, bukan human.

Saya membagikan cerita ringan ini agar kita tdk lupa bahwa kita manusia, bukan manusia yg asyik sendiri. Bukan manusia yg sengaja menjadi lalai karena sibuk dg gadget nya.

Jika Guillaume Digulleville ialah seorang penyair abad 14 pernah mengatakan: " Hidupmu disini hanya ziarah", maka sore ini diruntuhkan oleh manusia abad ini dg pernyataan kira-kira demikian:"Hidupmu disini hanya main hape", hingga tak merasa bersalah meski sdh menabrak orangtua sekalipun.

Kita ini manusia, yang tidak boleh bosan-bosannya untk saling peduli dan utamanya mengasihi sesamanya manusia...

Selamat malam dan Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yg menjalankannya.

Salam, Daniel C Nugroho.

Friday, 29 November 2013

karena kamu adalah pagiku

engkau seperti bulan, indah tak terjamah cahaya lembutmu singgah dimanapun aku berada bersama degub rindu aku menantimu sepanjang waktu karena kmu adalah pagiku

Thursday, 21 November 2013

sebuah rasa yg namanya kangen

diam hari ini ternyata membuat semua bingung. hanya ngetes tetapi asik bisa tau artimu sekaranga sebenarnya kamu ingin bertanya lewat matamu lewat lagumu. rasa kangen itu selalu menyelinap diam-diam dan mengendap2 tanpa permisi. inilah rasa yang aneh. rasa yang acuh acuh butuh. dan rasa kangen itu ya namanya rindu itu

kotak kecilku

sebuah kotak dengan sejuta makna di situlah banyak kisah yg tertulis. ribuan megabyte ada di situ berjuta kenangan dan cerita ada di situ. hard ok slow juga ok dan dia adalah pelipur laraku teman di perjalanan dia sahabat sejati di saat sepi dan suntuk. love you my ipod

karena kamu adalah pagi

Semacam lagu yg selalu di nyanyikan kamu adalah senandung mendarah dan mendaging di setiap hari. Selalu mengingatkan di setiap pagi. membangunkanku dari semua mimpi membangunkanku dari peraduan. beradu lagi dengan dingin. dengan berjuta asa, dengan berjuta harapan. mengais rejeki dan bersyukur itu harus. tak hanya menyedu kopi tapi juga harus menikmatinya. dan kembali menderukan aspal dengan roda - rodamu. dan mojok di ujung meja itu menyetubuhi desain dan segala tetek bengeknya. ya kadang kesetrum dan kadang juga terasa berisik karena dering telepon. serta riuhnya kamar yang di sebut office itu. kadang penat juga jenuh menghingapinya tapi apalah daya harus selalu datang meski kadang tak tepat waktu. berjuta cerita dan canda ada di sana tetapi ketika rasa jenuh itu menghinggapi semua akan terasa membosankan. itulah pagi. dan kamu adalah penyemangat pagi selain kopi ini. deru jalanan memacu adrenaline untuk mencoba seberapa kencang anginmu. kerasnya pagi pun akan selalu berulang dengan cerita yang berbeda. ada satu yang tertinggal di sudut sana yang kadang tersenyum atau biasa saja saat pagi itu ada. dan ternyata kamulah pagi. kamu adalah pagi yang selalu dihiasi sunrise dan senja dengan sunset indahmu. kamu nyata tapi kamu tak bisa ku menyentuhnya. dan hanya bisa memandang dan melihatmu saja. bidadari pagi itu hanya tersenyum. namun dari tatapmu ada berjuta kata yang ingin kamu ungkapkan. mata itu tak bisa bohong. dia jujur dari dalam jiwamu. dan tetaplah duduk disana sampai kopiku habis. karena hanya bisa memandang dan menatapmu ya itulah semangat pagiku. selamat pagi matahari hatiku

#21november2013 @kotak kecilmu

Monday, 4 November 2013

struggle

Ditengah keramaian...
suara riuh rendahnya dunia...
dan kurasa sangat sepi...
hanya suaramu inginku dengar...
di kesunyian ini...
dan memecah keheningannya...

kemana pun aku pergi...
tiada tempat...bisa menghiburku...
akupun semakin sepi...
hanya pelukmu...ingin ku rasa...
dimalam yang dingin ini dan memecah kebekuannya

tak pernah ku berpikir berpaling darimu
walau kesepian menyiksa...
tak sedikit ku merasa lelah dengan mu
walau kau tak ada disini...

di antara banyaknya manusia
berpasangan dan berbagi rasa
aku hanya menyaksikan
hanya dirimu yang aku tunggu
sampai kini ku bertahan
dan menerima kenyataan...

tak pernah ku berpikir berpaling darimu
walau kesepian menyiksa...
tak sedikit ku merasa lelah dengan mu
walau kau tak ada disini...

sampai akhir

Kasih ku berjanji selalu menemani
Saat kau bersedih, saat kau menangis

Aaa.. kan ku jaga
Aaa.. segenap cinta yang ada untukmu

Selama nafasku masih berdesah
Dan jantungku terus memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua
Sampai akhir hidup ini

Kasih ku berjanji selalu menemani
Saat kau bersedih saat kau menangis

Aaa.. kan ku jaga
Aaa.. segenap cinta yang ada
Aaa.. percayalah
Aaa.. satu cintaku untukmu

Selama nafasku masih berdesah
Dan jantungku terus memanggil indah namamu
Takkan pernah hati ini mendua
Sampai akhir hidup ini